Bumi Ajo, 14 Desember 2024
Gereja Kristen Injili (GKI) Aitinyo menggelar Rapat Kerja (Raker) kedua pada Jum’at, 13 Desember 2024, di Gedung Jemaat GKI Ottow Geisler Kampung Tokas, Distrik Moswaren Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya.
Acara ini dihadiri oleh Badan Pekerja Sinode Wilayah VII (Bapak Nimrod Sesa), Ketua Klasis GKI Aitinyo (Pdt. Yudith A. Sohouwat, S.Th.,M.Si), Badan Pekerja Klasis GKI Aitinyo, Para Pendeta, Badan pelayan unsur, dan calon pelayan firman, 70 orang Peserta sidang dari 30 (PHMJ) jemaat se_klasis GKI Aitinyo,Kepala Distrik Moswaren Bapak Marthen Homer, Serta tokoh masyarakat.
Mengusung tema “Kasih Kristus Menggerakkan Kemandirian Gereja, Mewujudkan, Kemandirian, Kesejahteraan (2 Korintus 5:18, Mazmur 72:2-3)”,
Dan Sub Tema : “ Melalui Raker Klasis GKI Aitinyo yang ke-II kita siap menata diri menjadi Klasis yang dewasa, Mandiri dan Visioner”.
Raker ini bertujuan untuk menyusun program kerja tahun 2024 serta mengevaluasi pelaksanaan program sebelumnya.
Acara dibuka secara resmi oleh Badan Pekerja Sinode Wilayah VII Bapak Nimrod Sesa, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kebersamaan dalam pelayanan.
“Melalui Raker ini, kita harus bersatu untuk merancang program yang tidak hanya relevan, tetapi juga menjawab kebutuhan jemaat di seluruh pelosok wilayah Klasis Aitinyo,” ujar Nimrod Sesa.
Selama satu hari, peserta Raker membahas berbagai agenda, termasuk:Evaluasi program pelayanan tahun 2024, Evaluasi keuangan jemaat, Isu regulasi pendidikan YPK di Tanah Papua Penempatan Calon Pelayan Firman yang diperbantukan di tiap jemaat.Usulan, pertanyaan dan tanggapan, Penyampaian program pelayanan, & RAPBG Klasis Aitinyo tahun 2025
Salah satu isu yang mendapat perhatian khusus adalah tantangan dalam menjangkau jemaat di daerah pedalaman yang sulit diakses. Untuk itu, Raker menetapkan program kerja khusus yang melibatkan pelayanan mobile melalui kerja sama lintas jemaat.
Selain diskusi dan penyusunan program, Raker ini juga diwarnai dengan ibadah syukur dan sesi doa bersama. Dalam ibadah penutup, peserta diajak untuk merenungkan pentingnya pelayanan yang tulus dan berdampak bagi masyarakat luas.
Reporter : wnt,ald