- Sejarah Desa
- Profil Wilayah Desa
- Profil Masyarakat Desa
- Profil Potensi Desa
Sejarah Kampung
Asal-usul/Legenda Kampung
Kampung Bumi Ajo mulai terbentuk mulai 1994 dan menjadi kampung Devinitif sejak tahun 1996 yang pusat pemerintahannya berkedudukan di Kampung Bumi Ajo Kecamatan Aitinyo Kabupaten Sorong.Pada Tahun 2003 Terbentuklah Kabupaten Sorong Selatan dan Distrik Moswaren sehingga Sejak Saat itu Kampung Bumi Ajo berada dalam pemerintahan Distrik Moswaren Kabupaten Sorong Selatan, Suku-suku yang mendiami Kampung Bumi Ajo terdiri dari berbagai suku yaitu, Suku Jawa, suku Sunda, suku Maybrat dan Suku Madura,Suku Bugis, Suku timor dan Suku Ambon serta Suku batak.
Sejak tahun 2003 Pemerintah pusat telah mengeluarkan Undang-Undang No 26 tahun 2003 tentang daerah otonomi baru yang termasuk di dalamnya adalah Kabupaten Sorong Selatan, dengan adanya proses pemekaran tersebut melalui aspirasi masyarakat tentang usulan pemekaran Distrik kepada pemerintah Kabupaten Sorong Selatan maka terbentuklah Distrik baru yang disebut Distrik Moswaren, Daerah yang baru saja di Devinitifkan pada tahun 2003 yang wilayah bawahannya meliputi 7 (Kampung) yaitu kampang Moswaren,Kampung Kamisabe,Kampung Johsiro,Kampung Bumi Ajo,Kampung Hasik Jaya,Kampung Tokas,Kampung Hararo.
Sejarah Pemerintahan Kampung
Sistem dan struktur lembaga Pemerintahan Kampung Bumi Ajo memiliki bentuk "DEMOKRASI" yaitu suatu sistem pemerintahan Yang di pilih oleh rakyat dengan susunan pejabat struktural sebagai berikut :Kepala Kampung, dan ketua Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam) yang berlangsung secara demokrasi, dan pemilihan kepala kampung dan Badan Permusyawaratan Kampung (Baperkam) tidak mengikuti garis keturunan Bapak hingga sekarang ini.
Dalam perkembangannya Kampung Bumi Ajo dibawah kepemimpinan Kepala kampung sejak tahun 1996 telah melukis sejumlah peristiwa-peristiwa bersejarah antara lain mulai dari awal masuknya warga Transmigrasi sampai pada pemerintahan formal.
Melihat dinamika perkembangan zaman, maka adat mengambil inisiatif untuk membentuk pemerintahan dengan mengajukan permohonan dan selanjutnya dibentuk Pemerintahan Kampung yang diberi nama KPK (Kepala Pemerintahan Kampung). Dari perubahan tersebut, Kampung Bumi Ajo telah menjalani pemerintahan formal ± 26 tahun dan telah dijabat oleh Seorang Kepala Kampung, yaitu :
Sejarah Kepala Pemerintahan Kampung
NAMA KEPALA KAMPUNG
SESUDAH BERDIRINYA KAMPUNG BUMI AJO
|
No |
Periode |
Nama Kepala Kampung/Desa |
Keterangan |
|
1 |
1996 s/d 2015 |
MISERI ARJA SUWITA |
Kepala Kampung Bumi Ajo |
|
2 |
2016 s/d 2019 |
DWINUN DIYANTO M. |
Plh. Kepala Kampung Bumi Ajo |
|
3 |
2020 s/d Sekarang |
HARIYONO |
Kepala Kampung Bumi Ajo |
Sejarah Pembangunan Kampung.
Status Kampung Bumi Ajo adalah Kampung Eks Transmigrasi, awal penempatan transmigrasi masyarakat mendapatkan jatah rumah sangat sederhana sekali (RSS) dari pemerintah serta bahan makanan pokok selama masih dalam pembinaan Kelompok Unit Pemukiman Transmigrasi (KUPT), dan membangun kampung dengan potensi alam yang ada. Namun mengingat faktor kesehatan, maka masyarakat di wajibkan untuk membangun rumah layak huni, tidak terlepas dari taraf ekonomi masyarakat yang sangat terbatas dengan kebutuhan mendasar, masyarakat mencoba untuk berlomba membangun diri dari perkembangan pembangunan itu.Melalui pemerintah, masyarakat dapat tersentuh melalui pembekalan materi maupun bantuan pembangunan rumah (kebanyakan rumah semi permanen), itupun tidak dapat memenuhi kebutuhan sebagai perekat hidup. Namun dengan semangat gotong royong, masyarakat mampu membangun dan menata kampung.
Sejarah Pembangunan Kampung
|
No |
Tahun |
Kegiatan Pembangunan |
Keterangan |
|
1 |
1993 |
Pembukaan Lokasi Bumi Ajo |
Kampung Induk
|
|
2 |
1996 |
Nama Kampung Bumi Ajo Di Pakai |
Kampung Devinitif |
Sumber Data : Pemerintahaan Kampung Bumi Ajo
Profil Kampung
Kondisi Geografis
Kampung Bumi Ajo merupakan salah satu dari 7 (Tujuh ) kampung yang termasuk dalam wilayah administrasi Distrik Moswaren,Kabupaten Sorong Selatan.
Kampung Bumi Ajo merupakan daerah tropis yang terletak di dataran rendah sekitar 15 – 25 M di atas permukaan air laut dengan luas wilayah persawahan 150 Ha yang dialiri oleh sungai yaitu sungai Syata dengan anak Sungai yaitu sungai Heh. Luas Kampung Bumi Ajo diperkirakan ± 377,5 Ha.Untuk lebih jelasnya dapat dilihat dalam Tabel 3 :
|
No |
Uraian |
Keterangan |
|
1 |
|
Berdasarkan Peta Transmigrasi |
|
2 |
Jumlah Jalur : 13 Jalur |
Setiap Jalur Di Kepalai Ketua RT |
|
3 |
Batas wilayah |
|
|
|
|
|
|
4 |
Topografi
|
|
|
5 |
Hidrologi |
|
|
6 |
Klimatologi
|
|
|
7 |
Luas lahan pertanian : ± 150 Ha |
|
|
8 |
Luas lahan pemukiman : ± 150 Ha |
|
|
9 |
Hutan : - |
|
|
|
|
|
Perekonomian Kampung
Sebagian besar masyarakat Kampung Bumi Ajo bermata pencaharian sebagai petani,pedagang.Potensi unggulan dari kampung Bumi Ajo adalah Pertanian Yaitu Petani Padi, Palawija Dan Buah buahan. Selain itu, masyarakat kampung Bumi Ajo menanam Sayur Mayur yang pada umumnya hasil pertanian di konsumsi sendiri serta di jual ke wilayah Teminabuan Ayamaru dan Aifat Kabupaten Maybrat.
Perkembangan pertanian, peternakan dan perkebunan tidak bisa berkembang dengan pesat dan belum dapat memberikan dampak perubahan ekonomi rakyat yang signifikan karena kurang tersedianya sarana pupuk dan obat obatan yang memadai serta minimnya penyuluhan yang dilakukan oleh tenaga teknis,serta perhatian dari pihak pihak terkait,Jenis usaha ekonomi produktif di kampung Bumi Ajo sebagaimana Tabel 4 :
|
No. |
Jenis Usaha |
Jumlah |
Keterangan |
||
|
1 |
Pertanian Sayur-mayur |
± 5 |
Ha |
|
|
|
2 |
Peternakan Sapi |
±130 |
Ekor |
|
|
|
3 |
Peternakan Ayam Kampung |
±500 |
Ekor |
|
|
|
4 |
Perkebunan |
- |
Ha |
|
|
|
5 |
Pedagang Kios |
40 |
Kios |
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Dalam upaya peningkatan kemajuan perekonomian kampung Bumi Ajo, Pemerintah Daerah dan beberapa Lembaga Donor berperan aktif dalam memberikan dukungan berupa dana pembangunan kampung sebagaimana Tabel 5 :
|
No |
Sumber Penerimaan Kampung |
Tahun |
|
|
||
|
2019 |
2020 |
2021 |
2022 |
2023 |
||
|
1 |
Dana Desa (DD) |
750,390,968 |
906,951,000 |
698,092,000 |
856,335,000 |
604,873,000 |
|
2 |
Alokasi Dana Desa (ADD) |
425,038,880 |
343,603,899 |
374,422,699 |
397,853,944.- |
283,369,424.- |
|
3 |
Prospek |
- |
225,000,000 |
225,000,000 |
- |
- |
Dari tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa sumber Pendanaan Pembangunan Kampung (DPK) berasal dari :
- Kebijakan Pemerintah Pusat mengalokasikan Dana Desa (DD) untuk Kampung Bumi Ajo
- Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sorong Selatan mengalokasikan Dana APBD Kabupaten Sorong Selatan dalam bentuk Alokasi Dana Desa (ADD) untuk kampung Bumi Ajo
- Kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Barat mengalokasikan Dana Prospek